Kamis, 19 Mei 2016

Puisi ini saya tujukan untuk diriku sendiri

Tidurku Lelap
karya: Hari Setiawan


Tidurku lelap
Dalam buaian kasur dan bantal yang empuk
Tidurku lelap
Damai dalam keheningan kamar

Tidurku lelap
Saat putra putri Rohingnya tidak bisa tidur karene nyamuk
Tidurku lelap
Saat putra putri Palestina kedinginan saat malam :'
Tidurku lelap
Saat putra putri Suriah ketakutan mendengar granat

Dimana rasa kemanusiaanku
Dimana?
Dimana pedulimu pada muslim di penjuru dunia :'
Lelap sekali tidurmu
Kau sudah mati?
Harusnya malam ini kau menangis :'
Rasakan kepedihan mereka
Bukankah seluru muslim itu bersaudara?
Jika tak mampu menangis
Setidaknya doa adalah senjata yang luar biasa

Tidurku lelap
Hingga tidak tau bahwa musuh islam telah bergerak
Bangunlah, bangunlah para petidur